Pemerintah Bebaskan Airport Tax di 13 Bandara, Harga Tiket Turun?
Penerbangan serta pariwisata adalah bidang yang sangat terpukul karena wabah corona. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberi stimulan berbentuk penghilangan biaya Passenger Servis Charge (PSC) atau airport tax di 13 lapangan terbang.
agen taruhan togel terpercaya cara invest colok bebas 2d
Stimulan itu berlaku mulai esok, 23 Oktober jam 00.01 waktu di tempat sampai 31 Desember 23.59 waktu di tempat. "Stimulan akan dikasih ke semua penumpang untuk 23 Oktober-31 Oktober dengan waktu keberangkatan saat sebelum 1 Januari 2021," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto dalam pertemuan jurnalis dengan virtual, Kamis (22/10).
Stimulan yang diberi itu dengan pola pemberian stimulan penerbangan lewat bantuan biaya Servis Layanan Penumpang Pesawat Udara (PJP2U). Nanti, penumpang di 13 lapangan terbang itu tidak dibebani ongkos PSC.
Elemen itu akan dikeluarkan dari elemen ongkos ticket penumpang serta ditagihkan oleh operator lapangan terbang ke pemerintahan. Dengan begitu, harga ticket pesawat diinginkan bisa turun.
Novie mengharap, harga ticket pesawat yang tambah murah bisa menggerakkan warga untuk kembali lagi memakai transportasi udara. Imbas tidak langsungnya, pariwisata di beberapa daerah arah akan bertambah.
Awalnya, penumpang pesawat mulai berkembang untuk Juli 2020, bila dibandingkan masa April-Mei yang terpukul karena wabah. Walau, angkanya masihlah jauh dari keadaan normal di tahun kemarin. Baca Databoks berikut:
Untuk memberikan dukungan stimulan itu, pemerintahan sediakan bujet sejumlah Rp 175,74 miliar untuk PJP2U. Disamping itu, pemerintahan memberi stimulan untuk kalibrasi ke operator lapangan terbang sejumlah Rp 40,81 miliar.
Ongkos kalibrasi itu dipakai untuk operasional pesawat udara, untuk jamin perlengkapan pendaratan, pengaturan radar, pengaturan komunikasi serta navigasi, lighting sistem. Ini untuk jamin kalibrasi bisa berjalan sama kriteria hingga keselamatan penerbangan terjaga.
Novie menjelaskan, stimulan kalibrasi itu akan memberi imbas besar untuk operator lapangan terbang, diantaranya AirNav Indonesia. Pengeluaran AirNav untuk pembiayaan kalibrasi capai Rp 100 miliar per tahun. "Sedang Angkasa Pura lebih kecil dari angka itu," tutur ia.
Novie juga pastikan, prosedur kesehatan selalu digerakkan sepanjang penerbangan, yakni dengan jaga jarak, memakai masker, serta membersihkan tangan.
Di depan, faksinya juga buka kesempatan untuk perpanjang stimulan itu. " Jika Covid-19 belum surut, program ini dapat kami teruskan," ucapnya.
Direktur Penting PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin pastikan, penghasilan operator lapangan terbang tidak menyusut karena stimulan itu. Nanti, maskapal akan lakukan penghilangan elemen biaya PSC untuk ticket berdasar data keberangkatan calon penumpang.
Selanjutnya, faksinya akan lakukan rekonsiliasi lewat maskapal serta akan disodorkan ke Direktur Bandar Udara, Kemenhub. "Jadi tidak ada penghasilan yang raib," tutur ia.
Tentang hal, ke-3 belas lapangan terbang itu mencakup:
