Pelabuhan Patimban Beroperasi, Kapasitas Ekspor Kendaraan Naik 300%
Dermaga Patimban, Jawa Barat mulai dibuka untuk tahun akhir ini. Operasional dermaga di Subang ini akan menambahkan kemampuan export produk otomotif yang sekarang ini masih terpusat di Dermaga Tanjung Priok.
agen taruhan togel terpercaya cara invest colok bebas 2d
"Export capai 700-800 ribu per tahun. Sedang export ini hari lewat Tanjung Priok baru 200 ribu kendaraan," kata Menteri Koordinator Sektor Perekonomian Airlangga Hartarto selesai mendatangi meeting terbatas Pemercepatan Project Vital Nasional Patimban dengan Presiden Joko Widodo dengan virtual, Selasa (22/9).
Kenaikan kemampuan export itu dipandang perlu, karena kemampuan produksi kendaraan akan makin bertambah sampai capai 2 juta unit untuk 2025. Kenaikan produksi akan disokong dengan investasi pabrik Hyundai Motor Company di Jawa Barat. Nanti, Hyundai akan mengekspor kendaraan sekitar 50% dari keseluruhan produksi.
Adanya dermaga itu, koridor utara Jawa akan mempunyai 3 dermaga besar, yakni Tanjung Priok, Patimban, serta Tanjung Perak. "Ini memikat sebab jalan tol telah menyambungkan daerah timur serta barat," tutur Airlangga yang memegang selaku Ketua Komite Pemercepatan Pengadaan Infrastruktur Fokus (KPPIP).
Sampai minggu ke-2 September 2020, pembangunan pelabuhan serta reklamasi sudah usai sebesar 81,98%. Selanjutnya, breakwater serta seawall usai 55,62%, access bridge usai 11,95%, serta access road usai 98,27%. Sesaat untuk penyediaan tanah, access road sudah habis 99% serta back up tempat sejumlah 79%.
Airlangga menjelaskan, soft opening Dermaga Patimban akan dilaksanakan untuk Kuartal IV 2020 karena konstruksi paket pertama kali akan usai untuk November kedepan. Karena itu, operator dermaga perlu diputuskan secepat-cepatnya.
Disamping itu, konstruksi paket ke-2 direncanakan usai untuk kuartal IV 2021 dan akses keseluruhnya dermaga akan diawali 2023.
Berkenaan aksesbilitas, Dermaga Patimban sekarang ini cuman tersambung ke Jalan Pantura non-tol. Sesaat Jalan Tol Akses Dermaga Patimban yang tersambung dengan Jalan Tol Cikampek-Palimanan sudah masuk di step penentuan trase.
Jalan yang akan usai pertama kali ialah trase dari Dermaga Patimban ke jalan akses Pantura 8,2 km. Selanjutnya, trase yang telah ditetapkan serta akan dibikin akses dari Dermaga Patimban meneruskan akses ke Tol Cipali yang diprediksi memerlukan waktu 2 tahun.
Menteri Perhubungan Budi Kreasi Sumadi menjelaskan, Dermaga Tanjung Priok tidak maksimal untuk pengangkutan dari Bekasi, Karawang serta Subang. Oleh karena itu, Patimban akan dipakai untuk pengangkutan produk dari beberapa teritori industri itu.
"Dari Bekasi timur serta Karawang, akan memakai Patimban. Sedang Bekasi barat selalu memakai Tanjung Priok," tutur Budi.
Dia mengharap, Patimban bisa menjadi hub untuk perjalanan langsung ke Eropa, Amerika Serikat, serta Tiongkok. Dengan begitu, dermaga lain bisa tersambungsi dengan Patimban.
Budi menerangkan, keseluruhan investasi Patimban capai Rp 43,2 trilliun dengan keperluan tempat selebar 369,5 hektar. Untuk step pertama kali, investasinya capai Rp 14 triliun memakai dana APBN yang dari utang Japan International Cooperation Agen (JICA).
Pembangunan step selanjutnya untuk 2023 akan mempunyai nilai investasi sejumlah Rp 9,5 triliun. Tentang hal untuk pembangunan step ketiga serta keempat, permodalan akan berawal dari faksi swasta.
Dia memprediksi, Dermaga Patimban bisa menjadi dermaga paling besar di Indonesia. Untuk step pertama kali, dermaga dapat memuat muatan kapal sekitar 7 juta twenty foot equivalent unit (TEUs). Nanti, kemampuan akan ditambah jadi 14 juta TEUs.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menambah, pemerintahan propinsi Jawa Barat memberi suport berkaitan keringanan pembebasan tempat. "Saat ini pembebasan tempat cuman sisa yang karakternya tidak begitu berat," tutur ia.
Menurut dia, Patimban bisa menjadi gerbang pembuka untuk teritori metropolitan baru, yakni segitiga Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati). Rebana akan mempunyai 10 kota baru dengan 5 juta lapangan pekerjaan.
Dalam 15 tahun, dia memprediksi perkembangan ekonomi Jawa Barat akan bertambah 2-4%. Hal itu diprediksi ikut mengangkat perkembangan ekonomi nasional.
Pria yang dekat dipanggil Kang Emil itu menambah, beberapa investor sudah mengatakan ketertarikan untuk meningkatkan 10 kota baru di segitiga Rebana. Beberapa salah satunya seperti Jepang yang akan membuat Patimban City, Tiongkok akan meningkatkan teritori aeropolis di Kertajati, Taiwan mengatakan ketertarikan untuk kota industri baru di Indramayu, serta Timur tengah yang terpikat untuk kota baru berbasiskan industri halal.
"Serta November ada 1 kota baru siap, yakni Rebana Suryacipta di km 89 akan di-groundbreaking," ucapnya.
