Imbas Pandemi Corona, 60% Masyarakat Tunda Membeli Rumah
Wabah virus corona yang memukul daya membeli membuat beberapa warga pilih untuk tunda pembelian rumah atau property. Hasil survey yang dilaksanakan Rumah.com memperlihatkan 60% informan mau tak mau tunda gagasan pembelian rumah karena Covid-19.
situs judi slot terpercaya mengenal simbol di game slot king88bet
Country Manajer Rumah.com, Marine Novita menerangkan, penangguhan transaksi bisnis terbanyak dilaksanakan oleh informan yang telah mempunyai rumah yaitu sekitar 70%. Sesaat cuman 50% informan yang sewa serta 53% informan yang tinggal di dalam rumah orangtua yang pilih untuk memunda beli rumah.
"Kecuali 60 % informan tunda transaksi bisnis pembelian property, 45 % informan alami kesusahan untuk menyaksikan property yang akan dibeli," tutur Marine lewat tayangan jurnalis yang diterima katadata.co.id, Selasa (14/7).
Survey Rumah.com Consumer Sentiment Study ini ialah survey periodik yang diadakan 2x dalam satu tahun yang dilaksanakan Rumah.com bekerja bersama dengan instansi penelitian Intuit Research, Singapura. Hasil survey didapat dari 1007 informan dari semua Indonesia yang dilaksanakan di bulan Januari sampai Juni 2020.
(Baca: Gaet Bank Berdikari, Bukalapak Luncurkan Feature Penelusuran Rumah)
Survey ini mendapati 40% informan menghindar pembelian property di komplek perumahan yang penghuninya dipastikan positif menanggung derita Covid-19. Selanjutnya 33% informan alami kesusahan atau ketertinggalan dalam memperoleh credit kepemilikan rumah.
Tetapi ada pul penemuan yang memikat pada survey ini. Walau keadaan ekonomi susah, 60% informan mempunyai intensi meneruskan gagasan pembelian tempat tinggal untuk ditempati sendiri, baik pada tahun ini atau tahun kedepan. Sesaat mereka yang beli property untuk investasi cuman 39% yang merencanakan meneruskan pada tahun ini atau tahun kedepan.
Keadaan wabah Covid-19 yang memaksakan warga untuk semakin banyak habiskan waktunya di dalam rumah berpengaruh untuk bertambahnya intensi untuk mempunyai tempat tinggal sendiri oleh 34% informan. Disamping itu, 25% informan tertarik untuk melakukan renovasi atau memakai kembali lagi tempat spesifik di dalam rumah mereka.
"Sekitar 11% informan memikir untuk berpindah dari tempat tinggal mereka yang saat ini," katanya.
(Baca: BNI Syariah Incar Pembiayaan KPR Baru Rp 300 M Melalui Program DP 0%)
Dari sisi umur, sebagian besar informan yang pengin selekasnya mempunyai rumah sendiri ada untuk kelompok milenial. Barisan umur 22-29 tahun memimpin dengan 44% pengin mempunyai rumah sendiri. Diikuti informan untuk barisan umur 30-39 tahun sekitar 36%, barisan umur 40-49 tahun sejumlah 27% informan serta barisan umur 50-59 tahun cuman beberapa 16% informan.
Peraturan Limitasi Sosial Bertaraf Besar membuat perombakan skema penelusuran info mengenai tempat tinggal. Sekitar 73% informan memakai basis sosial media, 58% informan memakai portal property daring. "Dan 23% informan yang lain manfaatkan tour virtual atau video dari property yang dicari," katanya.
Saat sebelum tersuruk karena wabah corona, trend pemasaran property pernah bertambah di tahun lalu seperti nampak dalam databoks berikut ini.
